Tarawih yang Ideal

12:11 AM Add Comment
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Tarawih yang Ideal - Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh,

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن، أَمَّا بَعْدُ

Kaum muslimin yang berbahagia,

Kembali kami ingatkan, agar kita selalu bersyukur kepada Allah dengan nikmat ini. Nikmat bisa merasakan ibadah di bulan ramadhan. Bulan yang menjadi musim ketaatan. Sudah selayaknya kita selalu mengiringinya dengan doa, memohon kepada Allah, agar Dia selalu memberi kemudahan bagi kita untuk beribadah sebaik mungkin selama bulan ini.



Salah satu doa yang layak untuk kita rutinkan adalah doa yang diajarkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada sahabat Muadz Radhiyallahu ‘anhu, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Abu Daud,

اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir pada-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu.”

Kita tentu sangat berharap agar ibadah yang kita kerjakan selama bulan ini, diterima oleh Allah dan mendapatkan balasan yang terbaik dari-Nya.

Hadhirin yang dirahmati Allah,

Sebagian orang mempertanyakan, bagaimanakah hakekat tarawih yang benar?

Jika kita perhatikan, istilah tarawih berasal dari kata: [رَاحَ  – يَـرُوح], yang artinya istirahat. Orang mengartikannya dengan santai. Sehingga shalat tarawih adalah shalat yang santai. Santai dalam arti shalatnya tidak ngebut. Bacaannya panjang, rukuknya panjang, i’tidalnya panjag, sujudnya panjang, dst. itulah tarawih yang santai.

Ketika anda melakukan perjalanan sejauh 30 km. Secara normal ditempuh dalam waktu 20 menit. Karena santai, anda bisa menempuhnya selama setengah jam atau 40 menit. Jika anda bisa menempuhnya kurang dari 20 menit, berarti itu ngebut.

Normalnya, shalat 11 rakaat bisa kita selesaikan dalam waktu 30 menit. Tapi karena santai, bisa lebih lama. Sekitar 40 menit atau 50 menit. Terlebih ketika anda tarawih 21 rakaat, anda tentu butuh waktu 2 kali lipatnya. Bisa satu setengah jam. Itulah makna shalat tarawih yang santai.

Barangkali perlu kita coba sesekali, shalat tarawih dengan santai. Biasanya selesai shalat 30 menit, kita bisa buat, selesai dalam 1 jam. Bagaimana, jamaah setuju?? Baik, saya catat.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah,

Jika kita melihat sejarah, tarawih di zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dilakukan berjamaah dengan beliau sebagai imam, hanya terjadi sebanyak 3 kali dalam 3 malam. Dan itu beliau lakukan berseling. Di malam 23, malam 25, dan malam 27. Kita bisa simak penuturan sahabat an-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu berikut,

قُمْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَيْلَةَ ثَلاَثٍ وَعِشْرِينَ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ إِلَى ثُلُثِ اللَّيْلِ الأَوَّلِ ثُمَّ قُمْنَا مَعَهُ لَيْلَةَ خَمْسٍ وَعِشْرِينَ إِلَى نِصْفِ اللَّيْلِ ثُمَّ قَامَ بِنَا لَيْلَةَ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنْ لاَ نُدْرِكَ الْفَلاَحَ

Kami shalat tarawih bulan Ramadhan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada malam ke-23 hingga sepertiga malam pertama, kemudian kami shalat lagi pada malam ke-25, hingga pertengahan malam, kemudian beliau mengimami kami pada malam ke-27 hingga akhir malam, sampai kami khawatir tidak bisa ngejar sahur. (HR. Ahmad 18899 dan sanadnya dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Kita bisa bandingkan dengan keadaan tarawih di tempat kita. Kita shalat tarawih hanya selama ½ jam. Itupun sudah dianggap sangat lama. Kira-kira kebayang tidak andai kita ikut shalat tarawih bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika itu. Mungkin banyak diantara kita yang mutung.

Kata sahabat  Nu’man, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengimami tarawih di hari pertama, malam ke-23 sampai sepertiga malam pertama. Kalau kita ukur di zaman sekarang berarti kira-kira selesai jam 10. Di malam kedua, malam ke-25, beliau shalat tarawih sampai tengah malam. Kalo di tempat kita berarti kira-kira jam 1 dini hari. masyaaAllah…. dan itu sahabat gak kapok.

Bahkan disebutkan dalam riwayat lain, ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengimami tarawih sampai tengah malam, ada sahabat yang ketagihan. Jadi bukannya mutung, tapi minta tambah. Diantarannya sahabat Abu Dzar mengusulkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يَا رَسُولَ اللَّهِ لَوْ نَفَّلْتَنَا بَقِيَّةَ لَيْلَتِنَا هَذِه

Ya Rasulullah, mengapa tidak anda tambahkan shalat sunahnya sampai akhir malam sekalian?

Subhanallah…

Seperti inilah – hadhirin – jamaah yang ideal. Seharusnya keinginan untuk memperpanjang shalat tarawih, itu bukan atas inisiatif imam. Tapi atas permintaan jamaah.

Karena itu, kalo ada imam yang tarawihnya kepanjangan, sebenarnya ini wajar. Karena seharusnya itu yang sesuai selera jamaah. Tapi saya yakin, nampaknya mustahil jika ini terjadi di sini.

Karena semangat semacam ini, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menanangkan para sahabatnya. Di situlah beliau memberikan janji dalam hadis yang sangat terkenal,

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ، فَإِنَّهُ يَعْدِلُ قِيَامَ لَيْلَةٍ

“Barangsiapa yang shalat tarawih berjamaah bersama imam hingga selesai, maka dia mendapat pahala shalat tahajud semalam suntuk.” (HR. Nasai 1605, Ibn Majah 1327 dan dishahihkan Al-Albani)

Karena hadis ini, mayoritas ulama menganjurkan agar shalat tarawih dikerjakan secara berjamaah. Dan makmum diminta untuk ikut sampai selesai. Meskipun kita hanya bermodal shalat setengah jam, tapi dapat pahala shalat semalam.

Dari sini pula, kita perlu menyadari, betapa amal kita itu tidak ada apa-apanya dibandingkan amal para sahabat. Meskipun kita terkadang menganggap shalat tarawih yang kita lakukan seperti amal yang luar biasa.

Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk terus meningkatkan kualitas amal ibadah kita.

Amin..

Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala aalihi wa shahbihii ajma’in

Walhamdulillahi rabbil ‘aalamiin

Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)(Kabar Ramadhan)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Senang dan Susah

11:21 PM Add Comment
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Senang dan Susah - Dalam hidup kita sehari-hari, dua hal berbeda yang silih berganti adalah adalah kesenangan dan kesusahan. Bahkan menurut beberapa orang, kalau hidup itu indah karena perbedaan tersebut. Bayangkan kalau orang senang terus atau susah terus, tentu bukan sesuatu yang baik. Ketika kita senang, maka kita diharapkan ingat ketika dulu pernah susah. Dan ketika kita susah ingatlah bahwa suatu saat akan ada kesenangan. Hal ini seperti firman Allah SWT:



“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS Alam Nasyrah 5-6)

Hal penting yang perlu diperhatikan bagaimana sifat dasar seorang manusia dalam menghadapi kedua hal tersebut. Allah SWT berfirman:

“Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa.” (QS. Al Israa’ 83)

Dalam ayat ini, Allah SWT menyebutkan sifat manusia terhadap kesenangan terlebih dahulu karena ujian terhadap kesenangan adalah lebih berat.

Dari ‘Amr bin ‘Auf r.a. berkata: Rasulullah mengutus Abu ‘Ubaidah bin al-Jarrah r.a. ke Bahrain untuk menagih pajak penduduk. Kemudian ia kembali dari Bahrain dengan membawa harta yang sangat banyak dan kedatangan kembali Abu ‘Ubaidah itu terdengar oleh sahabat Anshar maka mereka pun shalat Shubuh bersama Rasulullah saw. Kemudian setelah selesai shalat mereka menghadap Rasulullah saw maka beliau tersenyum melihat mereka kemudian bersabda, “Mungkin kamu telah mendengar kedatangan Abu ‘Ubaidah yang membawa harta banyak?” Jawab mereka, “Benar, ya Rasulullah.” Lalu Nabi saw bersabda, “Sambutlah kabar baik dan tetaplah berpengharapan baik untuk mencapai semua cita-citamu. Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan atas kamu, tetapi aku khawatir kalau terhampar luas dunia ini bagimu, sebagaimana telah terhampar untuk orang-orang yang sebelum kamu, kemudian kamu berlomba-lomba sebagaimana mereka berlomba-lomba, sehingga membinasakan kamu sebagaimana telah membinasakan mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pada saat inipun bisa kita lihat. Seorang miskin apabila dia tidak sabar maka yang dicuri adalah hape atau sepeda motor. Sedang orang yang menjadi tersangka KPK telah didakwa dengan korupsi sampai miliard rupiah. Hal ini menunjukkan orang tidak tahan dengan kesenangan dan kemewahan. Atau hal ini tersebut dalam Al Quran tentang orang yang mendapat musibah di lautan akan berdoa kepada Allah, tetapi lupa ketika sudah sampai darat.

“Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia, Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia itu adalah selalu tidak berterima kasih” (QS. Al Israa 67)

Secara psikologis, seorang muslim apabila ditimpa musibah maka dia akan mendekat kepada Allah SWT dan bersabar, sedang orang yang berhasil biasanya memiliki ego bahwa keberhasilan itu adalah karena hasil jerih payahnya.

Kembali kepada sifat manusia jika mendapat kebahagian seperti yang tertera pada QS. Al Israa 83. Jika mendapatkan kesenangan maka dia memiliki dua kecenderungan yaitu berpaling dari Allah SWT dan sombong terhadap manusia. Jika kesuksesan terjadi pada orang yang tidak beriman maka akan memperkuat keyakinannya bahwa tidak perlu percaya kepada Allah SWT untuk meraih kesuksesan. Mereka akan mencibirkan kaum Muslim yang rajin sholat tapi kehidupannya masih miskin. Sedang bila keberhasilan pada orang munafik, maka mereka berkata “Buat apa sholat? Toh saya masih bisa mendapatkan rizki dari Allah.” Memang Allah SWT melimpahkan rizqi pada setiap manusia di dunia ini tanpa pandang bulu apakah mereka beriman atau mengingkari.

Bagi seorang muslim, keberhasilan masih membuat dia melaksanakan sholat dan ibadah lain. Tapi ada hal lain yang mungkin tidak kalah bahayanya, yaitu adanya perasaan sombong terhadap apa yang didapatkannya. Apa sombong itu? Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia” (HR. Muslim)

Hal ini yang sering sulit untuk dihindari. Orang yang sukses terkadang sulit untuk menerima kebenaran yang disampaikan oleh orang lain, apalagi dari orang yang lebih muda, lebih miskin atau lebih rendah derajatnya. Penolakan kebenaran tersebut biasa dibarengi dengan merendahkan orang lain, karena dia menganggap dialah yang lebih tinggi, lebih berhasil dan lebih berkuasa.

Demikianlah, kita semoga kita selalu bisa menjaga hati dalam setiap keadaan.

“Alangkah menakjubkannya kehidupan seorang mukmin. Sungguh seluruh kehidupannya baik. Hal itu tidak dimiliki melainkan oleh mukmin. Jika dikaruniai kebaikan; maka ia bersyukur, dan itu baik untuknya. Dan jika ditimpa keburukan; maka ia bersabar, dan itu baik untuknya” (HR. Muslim)

Dan memang kita harus siap dalam setiap kondisi, seperti yang disampaikan oleh sahabat ‘Umar bin al-Khaththab: “Kalaulah sabar dan syukur itu ibarat dua ekor unta, maka aku tidak peduli unta mana yang aku kendarai” (‘Uddatus Shobirin wa Dzakhiratus Syakirin hal.144).

Wallahu a’lam.(Kabar Ramadhan)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Tips Berpuasa Bagi Ibu Hamil

11:16 PM Add Comment
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Tips Berpuasa Bagi Ibu Hamil - Bagi Ibu yang sedang hamil sebenarnya diberi keringanan untuk tidak berpuasa atau membatalkan puasa dan menggantinya di hari lain. Namun, bila Ibu tetap ingin berpuasa, karena merasa sanggup, ada hal-hal yang penting untuk dilakukan agar kehamilan tidak terganggu.


Sebaiknya Ibu berkonsultasi terlebih dahulu sekaligus memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk memastikan bahwa Ibu bisa berpuasa. Bila memang Ibu diperbolehkan untuk berpuasa, ada syarat yang harus dijalani, yaitu tetap mampu memenuhi kebutuhan nutrisi, baik bagi Ibu sendiri maupun janin yang dikandung. Berikut adalah beberapa tips berpuasa bagi ibu hamil:

Saat Sahur


  • Pilihlah makanan yang mengandung protein dan lemak dalam jumlah cukup, misalnya daging dan telur. Kedua jenis zat gizi tersebut dapat bertahan lebih lama di pencernaan sehingga memperlambat rasa lapar di siang hari.
  • Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi, baik dikonsumsi karena dapat membuat Ibu kenyang lebih lama.
  • Untuk menjaga vitalitas tubuh, konsumsi makanan yang kaya akan vitamin C seperti buah dan sayuran, serta makanan dengan kandungan zinc yang tinggi seperti daging, ikan, dan susu. Ibu juga bisa mengonsumsi suplemen vitamin untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama berpuasa.
  • Hindari makanan manis saat sahur karena akan merangsang produksi hormon insulin untuk membakar gula darah. Akibatnya, kadar gula darah menurun, sehingga Ibu merasa lemas dan cepat lapar.
  • Jangan lupa minum air putih yang banyak agar tidak mengalami dehidrasi 


Saat Berpuasa


  • Kurangi aktivitas fisik yang sekiranya banyak mengeluarkan energi, misalnya berjalan kaki dengan jarak yang jauh. Merasa lemas saat berpuasa adalah hal yang wajar. Jadi bila memungkinkan, sediakan lebih banyak waktu untuk beristirahat. Segera batalkan puasa jika Ibu mengalami:
  • Muntah-muntah lebih dari tiga kali yang dapat menyebabkan dehidrasi 
  • Mengalami diare yang diikuti rasa mulas.
  • Mimisan yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah, yang menandakan kondisi tubuh
  • Ibu sudah tidak stabil.
  • Lemas dan pusing yang diikuti dengan mata yang berkunang-kunang. Hal ini pertanda timbulnya hipoglikemia, yaitu kondisi dimana kadar gula terlalu rendah.
  • Berkeringat secara berlebihan, terutama keringat dingin. Ini menandakan bahwa kondisi fisik
  • Ibu sudah tidak kuat lagi untuk berpuasa.


Saat Berbuka Puasa


  • Seperti umumnya orang yang berbuka, awali dengan makanan dan minuman manis, seperti kurma dan kolak, untuk meningkatkan kadar gula darah.
  • Hindari berbuka dengan minuman dingin karena dapat menurunkan kerja lambung.
  • Untuk makan malam, Ibu bisa makan dengan porsi lebih besar, tapi jangan sampai berlebihan. Selain itu, konsumsi air putih yang cukup untuk menjaga volume darah, mengatur suhu tubuh, melancarkan pengangkutan oksigen dan zat gizi, serta mencegah sembelit.
  • Ibu hamil tidak disarankan untuk berpuasa jika mengalami kondisi-kondisi seperti diabetes, hipertensi , pendarahan, dehidrasi, gangguan sistem pencernaan seperti maag, dan juga saat proses persalinan 

(Kabar Ramadhan)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Zakat Fitrah dengan Uang?

2:25 PM Add Comment
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Zakat Fitrah dengan Uang? - Mayoritas ulama berpendapat bahwa zakat fithri tidak boleh diganti dengan uang. Ini merupakan mazhab Malikiyyah, Syafi’iyyah dan Hanabilah. Adapun mazhab Hanafiyyah membolehkannya. Pendapat yang kuat adalah pendapat pertama, karena beberapa alasan berikut:

Dalil-dalil pendapat pertama lebih kuat dibandingkan dalil-dalil pendapat kedua.
Mengeluarkan zakat fitri dengan uang menyelisihi sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena pada masa beliau mata uang sudah ada namun tidak dinukil kabar bahwa beliau memerintahkan kepada para sahabatnya mengeluarkan zakat fithri dengan dinar ataupun dirham.
Ibadah ini telah dibatasi dengan tempat, waktu, jenis dan ukurannya, maka tidak boleh diselisihi karena ibadah harus berdasarkan dalil.

Mengeluarkannya dengan uang berarti mengubah zakat fitri dari suatu syi’ar yang tampak menjadi shodaqoh yang tersembunyi.

Sesuai dengan kaidah bahwa tidak boleh berpindah kepada ganti (badal) melainkan bila aslinya tidak ada.
(Lihat Ahkam ma Ba’da Shiyam, karya Muhammad bin Rosyid al-Ghufaili hlm. 32-33)(Kabar Ramadhan)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Zakat Fitrah

1:44 PM Add Comment
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Zakat Fitrah - Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah ditanya tentang hukum mengeluarkan zakat fitrah pada sepuluh hari pertama pada bulan Ramadhan?
Beliau rahimahullah menjawab: Kata zakat fitrah berasal dari kata al-fithr (berbuka), karena dari al-fithr inilah sebab dinamakan zakat fitrah. Apabila berbuka dari Ramadhan merupakan sebab dari penamaan ini, maka zakat ini terkait dengannya dan tidak boleh mendahuluinya (dari berbuka-masuk Syawal-red). Oleh sebab itu, waktu yang paling utama dalam mengeluarkannya adalah pada hari ‘Ied sebelum shalat (‘Ied).


Akan tetapi diperbolehkan untuk mendahului (dalam mengeluarkannya) sehari atau dua hari sebelum ‘Ied agar memberi keleluasaan bagi yang memberi dan yang mengambil. Sedangkan zakat yang dilakukan sebelum hari-hari tersebut, menurut pendapat yang kuat di kalangan para ulama adalah tidak boleh. Berkaitan dengan waktu penunaian zakat fitrah, ada dua bagian waktu:
1. Waktu yang diperbolehkan, yaitu sehari atau dua hari sebelum ‘Ied
2. Waktu yang utama, yaitu pada hari ‘Ied sebelum shalat
Adapun mengakhirkannya hingga usai melaksanakan shalat, maka hal ini haram (terlarang) dan tidak sah sebagai zakat fitrah. Hal ini berdasarkan hadits Abdullah Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma:
وَمَنْ أَدَّاهاَ قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِيَ زَكاَةٌ مَقْبُوْلَةٌ، وَمَنْ أَدَّاهاَ بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقاَتِ
“Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat, maka zakatnya diterima. Dan barangsiapa menunaikannya setelah shalat, maka itu termasuk dari shadaqah.”
Kecuali apabila orang tersebut tidak mengetahui (kapan) hari ‘Ied. Misalnya dia berada di padang pasir dan tidak mengetahuinya kecuali dalam keadaan terlambat atau yang semisalnya. Maka tidak mengapa baginya untuk menunaikannya setelah shalat ‘Ied, dan itu mencukupi sebagai zakat fitrah.1
Beliau rahimahullah ditanya: Kapankah waktu mengeluarkan zakat fitrah? Berapa ukurannya? Bolehkah menambah takarannya?
Beliau rahimahullah menjawab: Zakat fitrah adalah makanan yang dikeluarkan oleh seseorang di akhir bulan Ramadhan, dan ukurannya adalah sebanyak satu sha’2. Ibnu ‘Umar radhiallahu ‘anhuma berkata: “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadhan sebanyak satu sha’ kurma, atau gandum.” Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata: “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewajibkan shadaqatul fithr sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan kata-kata keji, serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin.”
Maka zakat fitrah itu berupa makanan pokok masyarakat sekitar. Pada masa sekarang yakni kurma, gandum, dan beras. Apabila kita tinggal di tengah masyarakat yang memakan jagung, maka kita mengeluarkan jagung atau kismis atau aqith (susu yang dikeringkan). Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu: “Dahulu kami mengeluarkan zakat pada masa Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam (seukuran) satu sha’ dari makanan, dan makanan pokok kami adalah kurma, gandum, kismis, dan aqith.”
Waktu mengeluarkannya adalah pada pagi hari ‘Ied sebelum shalat, berdasarkan perkataan Ibnu ‘Umar radhiallahu ‘anhuma: “Dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar zakat ditunaikan sebelum kaum muslimin keluar untuk shalat,” dan hadits ini marfu’. Dan dalam hadits Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma: “Barangsiapa yang mengeluarkannya sebelum shalat, maka itu zakat yang diterima, dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat, maka hal itu (hanyalah) shadaqah.”
Dibolehkan untuk mengawalkan sehari atau dua hari sebelum ‘Ied, dan tidak boleh lebih cepat dari itu. Karena zakat ini dinamakan zakat fitrah, disandarkan kepada al-fithr (berbuka, masuk Syawal, red). Seandainya kita katakan boleh mengeluarkannya ketika masuk bulan (Ramadhan), maka namanya zakat shiyam. Oleh karena itu, zakat fithr dibatasi pada hari ‘Ied sebelum shalat, dan diringankan (dimudahkan) dalam mengeluarkannya sehari atau dua hari sebelum ‘Ied.
Adapun menambah takarannya lebih dari satu sha’ dengan tujuan untuk ibadah, maka termasuk bid’ah. Namun apabila untuk alasan shadaqah dan bukan zakat, maka boleh dan tidak berdosa. Dan lebih utama untuk membatasi sesuai dengan yang ditentukan oleh syariat. Dan barangsiapa yang hendak bershadaqah, hendaknya secara terpisah dari zakat fitrah.
Banyak kaum muslimin yang berkata: Berat bagiku untuk menakar dan aku tidak memiliki takaran. Maka aku mengeluarkan takaran yang aku yakini seukuran yang diwajibkan atau lebih dan aku berhati-hati dengan hal ini.
Maka yang demikian ini dibolehkan.
(Diambil dari kitab Majmu’ Fatawa li Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin, juz 18 bab Zakatul Fithr)(Kabar Ramadhan)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Aneka Menu Kurma di Seluruh Dunia

11:08 AM Add Comment
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Aneka Menu Kurma di Seluruh Dunia - Kurma telah tersebar luas di seluruh dunia. Aneka menu makanan berbahan kurma bisa ditemukan di berbagai negara. Mulai dari Timur Tengah, Afrika, sampai Eropa dan Amerika.

Dilansir dari globalgourmet.com berikut ini menu makanan di sejumlah negara yang berbahan kurma.



Timur Tengah – Ada banyak resep menu berbahan kurma di kawasan ini. Pantas saja, lantaran kurma banyak tumbuh di Timur Tengah. Salah satunya, selai kurma yang dibuat dengan campuran gula, lemon, dan cengkeh.

Iran – Dalam khazanah kuliner Persia, kurma bebas dimasak bersama apapun. Seringkali dengan almond, pistachio, kismis dalam sepiring nasi atau makanan penutup seperti Persian Date Cake.

India – Kurma dibuat hidangan acar. Ada salah satu jenis acar yang menggabungkan kurma, mangga, cabai, jahe, cuka, dan rempah. Di beberapa daerah, kurma dimasukkan ke dalam kari ayam atau udang.

Pakistan – Kurma dicincang untuk dibuat chutney, campuran sayuran segar atau buah-buahan yang dilumatkan.

Maroko – Ayam direbus dengan kurma dan almond.

Perancis – Setangkup roti dipanggang dengan hazelnut dan potongan kurma.

Amerika Serikat – Kurma sering disajikan sebagai menu makanan pembuka, dicampur dengan krim keju, zaitun hijau atau almond. Di California, date shake dibuat dengan cara mem-blender kurma bersama es krim dan susu.(Kabar Ramadhan)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Cerita Kurma dari Masa ke Masa

11:07 AM Add Comment
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Cerita Kurma dari Masa ke Masa - Sejarah kurma terbentang sepanjang sejarah manusia dari berbagai peradaban. Sebuah lubang bekas pohon kurma yang diperkirakan berasal dari  era sekitar 50 ribu tahun lalu ditemukan di sebuah situs arkeologi di Irak.



Dilansir dari globalgourmet.com, budidaya kurma telah dilakukan sejak 3.000 SM. Di Mesopotamia, sirup kurma adalah pemanis yang lebih disukai dari madu. Bangsa Romawi menyantap kurma bersama sejenis kacang-kacangan dan rempah, yang dilapisi madu dan dipanggang.

Sementara, di India Selatan, Marco Polo memproklamirkan date wine lebih kuat daripada grape wine. Keluarga-keluarga kelas menengah di Inggris pada era Elizabeth juga menyimpan kurma untuk ditabur di atas pudding.

Pada abad keempat belas di Perancis, kurma menjadi buah lezat yang mahal dan langka. Baru setelah tahun 1830 ketika Perancis menaklukkan Aljazair, orang-orang Perancis lebih mudah menemukan buah satu ini.

Kurma juga telah ditanam oleh misionaris Spanyol di Amerika Utara pada abad kedelapan belas, tetapi budidaya komersial baru terjadi sejak 1902.

Sejak zaman dulu, kurma berperan dalam berbagai upacara keagamaan. Tidak hanya dalam kitab suci umat Islam, kurma juga dikisahkan dalam kitab suci Kristen dan Yahudi.(Kabar Ramadhan)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Berbuka Puasa dengan Lelehan Mozarella Elise's Lasagna

11:05 AM Add Comment
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Berbuka Puasa dengan Lelehan Mozarella Elise's Lasagna - Seperti ada perasaan tak rela untuk kehilangan secuil pun bagian dari salah satu menu buka puasa yang saat itu dihidangkan oleh Restoran Nanny's Pavillon.



Menu bernama Elise's Lasagna itu kaya akan keju mozzarella yang membungkus tiap lapisan roti dan daging di bawahnya.

Menjadi spesial karena mozzarella tersebut meleleh dan baru keluar dari dapur sang koki. Tak pelak, tiap kali kuliner ini dipotong, selalu ada keju yang melekat di garpu dan pisau.

Alhasil, menu andalan resto berkonsep kebun yang berada di Main Street UG Floor, Gandaria City Mall, Jakarta Selatan ini habis dengan kondisi garpu dan pisau yang kinclong.

 “Ini menu fusion (perpaduan gaya masak), Lasagna-nya jelas khas Italia, tapi rotinya kita pakai roti Prancis, dan cara masaknya dengan American style yang sederhana tapi pas di lidah, tidak terlalu asin tapi juga tidak hambar,” papar koki resto ini Chef Adi kepada Republika, Senin (6/7).

Menyinggung soal mozzarella, Adi mengatakan, keju yang dipakai memang dipilih ekstra teliti. Keju dengan cita rasa Italiano--demikian Adi menyebutnya, melengkapi menu Elise's Lasagna.

 “Kejunya yang melted memang agak lengket tapi justru itulah sensasi keju italia sebenarnya,” ujar dia.(Kabar Ramadhan)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Pilihan Sarapan Sehat Saat Merayakan Idul Fitri

11:04 AM Add Comment
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Pilihan Sarapan Sehat Saat Merayakan Idul Fitri - Akhir Ramadan selalu ditandai dengan antusias terhadap hidangan yang tersedia di pesta keluarga. Perayaan Idul Fitri seperti kesempatan yang menggembirakan untuk merayakan dengan makanan.

Kembali ke kebiasaan makan sebelum Ramadhan secara tiba-tiba menyebabkan kejutan ke sistem pencernaan tubuh. Hal ini juga dapat memicu efek samping yang tidak dinginkan. Yang perlu diingat beberapa hari pertama Ramadhan  adalah mengevalusi berbagai pilihan sarapan.



Seperti dikutip Al Arabiya, ini beberapa makanan yang bisa mengurangi efek samping tersebut:

1.Manousheh

Cocok untuk dimakan di pagi hari. Tak hanya kaya karbohidrat, namun juga kaya kalori. Satu monousheh rata-rata berkisar antara 600-800 kalori.

2.Mdammas Foul

Makanan yang terdiri dari kacang fava, minyak zaitun, jus lemon, dan bawang putih bisa menjadi pilihan. Campuran ini sering dimakan dengan roti gandum. Pastikan untuk menambhakan beberapa cincangan tomat, bawang, dan peterseli ke dalam campuran itu.

3.Telur

Penelitian terbaru telah ditemukan bahwa telur tidak meningkatkan resiko penyakit jantung pada orang sehat.Telur mengandung nutrisi yang dapat membantu menurunkan resiko penyakit jantung seperti protein, vitamin B12, dan D, riboflavin dan folat.

4.Produk susu

Aturan yang baik adalah hindari kuning keju dank rim keju karena secara alami mempunyai dosis tinggi lemak. Namun, pengecualian untuk keju halloumi.(Kabar Ramadhan)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Ramadhan Bukan Bulan Tidur

10:54 AM Add Comment
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Ramadhan Bukan Bulan Tidur - Ramadhan bulan istimewa. Ramadhan bulan penuh kemuliaan. Momentum ini harus dimanfaatkan, bukan malah disia-siakan. Puasa mestinya tidak menjadi alasan untuk mengurangi kualitas hidup selama Ramadhan.

“Ramadhan bulan yang istimewa. Orang yang berpuasa di bulan Ramadhan menjalin konektivitas langsung dengan Allah,” kata Sekretaris Jenderal PBNU, Marsudi Syuhud, kepada Republika.


Lantaran Ramadhan waktu yang istimewa, ini tidak boleh disia-siakan. Kiai Marsudi menjelaskan, itulah titik tolak yang harus dipahami. Waktu yang diistimewakan dalam setahun ada empat bulan, salah satunya Ramadhan.

Saking istimewanya bulan Ramadhan, kata Kiai Marsudi, Allah menjadikan puasa semata-mata untuk-Nya. Allah yang akan mengganti langsung pahala puasa seorang hamba. Tidak hanya itu, Rasul bersabda, tidurnya orang berpuasa pun dinilai pahala.

Sayangnya, sebagian masyarakat menjadikan hadits tersebut pembenaran untuk mengurangi produktivitas di bulan Ramadhan. Kiai Marsudi menjelaskan, hadits tersebut perlu dimaknai secara tepat.

Hadits tersebut tidak menyuruh orang untuk terus-menerus tidur saat puasa, lantaran mentang-mentang berpahala. Mafhum mukholafah-nya, menurut Kiai Marsudi, tidur saja berpahala apalagi tidak tidur.

Seorang Muslim yang memaksimalkan waktu untuk tidak melulu tidur selama Ramadhan, tentu pahalanya lebih berlipat ganda. Sekjen PBNU ini memberi catatan, tidak tidur itu dalam pengertian melakukan amal shalih atau kebaikan. Misalnya, membaca Alquran, sedekah, sholat, bekerja, dan aktivitas lain yang bernilai ibadah.

Karena itu, menurut Kiai Marsudi, hadits tersebut sebenarnya dorongan agar orang lebih produktif selama Ramadhan. “Kita tidak lagi memikirkan harus nyiapin kopi, teh manis, makan siang dimana, dan sebagainya,” kata Kiai Marsudi.

Untuk membangun hidup yang berkualitas selama Ramadhan, Kiai Marsudi menyarankan agar Muslim memperbanyak amalan shaleh. Malam diisi dengan ibadah, siang pun dijalani dengan beraktivitas seperti biasa. Itulah yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat. (Kabar Ramadhan)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Ramadhan, Akrabkan Diri dengan Alquran

10:52 AM Add Comment
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Ramadhan, Akrabkan Diri dengan Alquran - Tatkala senja tiba, menara-menara masjid melantunkan ayat-ayat Alquran begitu syahdu. Inilah Ramadhan, bulan Alquran. Saat ketika Muslim berlomba-lomba mengakrabkan diri dengan Alquran.

“Alquran adalah keutamaan. Setiap huruf yang dibaca akan dinilai 10 kebaikan dan dilipatgandakan 700 kebaikan oleh Allah SWT,” kata Koordinator Pusat One Day One Juz (ODOJ), Ricky Adrinaldi, kepada Republika.



Pada bulan-bulan lain, kata Ricky, para ODOJers (sebutan untuk member komunitas ODOJ) biasanya tilawah satu hari satu juz. Ramadhan ini, mereka mempunyai target lebih. Ada yang tiga kali khatam, empat kali khatam, bahkan sampai 10 kali khatam.

Ricky mengisahkan. saat komunitas itu mengadakan Grand Launching Kalkulus (Kajian Al Quran ala Ustaz) pekan lalu, banyak anggota yang sudah khatam tiga kali. Bahkan, ada seorang kakek lanjut usia berusia 60-70 tahun yang khatam tiga kali dalam sepuluh hari pertama kemarin.

Jika tidak terbiasa, mengakrabkan diri dengan Alquran memang sesuatu yang berat. Ricky menjelaskan, semua ibadah dimulai dari niat. Saat ada niat atau komitmen kuat, Allah pasti akan memberi kemudahan.

Ricky menuturkan, tidak sedikit anggota yang saat bergabung di komunitas itu masih awam. Mereka mengikuti program sembari belajar. Yang awalnya masih terbata-bata, setelah dua tiga bulan akhirnya bisa membaca Alquran dengan lancar.

Bagi yang belum lancar, kata Ricky, ini bulan tepat untuk memperbaiki interaksi kita dengan Alquran. Ricky menyarankan untuk belajar ke rumah-rumah tahsin atau ustaz yang menguasai tahsin.

Rumah-rumah Alquran yang tersebar di pelosok daerah dan kampus-kampus juga bisa dimanfaatkan. “Mereka juga bisa bertanya kepada kami, nanti akan kami bantu rekomendasikan ustaz atau ustazah yang kompeten,” kata Ricky.

Sesibuk apapun aktivitas kita, membaca Alquran tetap harus dijadikan prioritas. Ricky menjelaskan salah satu tips untuk menyelesaikan satu juz per hari.

Ia menyebut, metode dua kali lima (2x5). Setiap selesai shalat fardhu, sempatkan waktu untuk membaca dua lembar Alquran. Sedikit demi sedikit, tapi berkesinambungan.(Kabar Ramadhan)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Cara Malaikat Jibril Ajari Rasullullah Baca dan Hafal Alquran

10:51 AM Add Comment
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Cara Malaikat Jibril Ajari Rasullullah Baca dan Hafal Alquran - Selama Ramadhan, Rasulullah saling menyimak bacaan Alquran dengan Malaikat Jibril. Nabi yang membaca kemudian Jibril menyimak, demikian sebaliknya. Kebiasaan itu semakin sering menjelang kematian Rasulullah.

Menurut Pakar Alquran Ahsin Sakho, itu dilakukan supaya tidak ada satu huruf pun teks-teks Alquran yang terlewat. “Nabi Muhammad hafalannya sangat bagus, tapi beliau memberi pelajaran pada kaumnya. Alquran perlu dibaca bersama-sama, dengan cara saling menyimak,” kata Ahsin kepada Republika.



Kedekatan seorang Muslim dengan Alquran merupakan manifestasi keimanan. Menurut Ahsin, keimanan kita kepada Allah, Rasul, dan kitabullah akan berimbas pada kecintaan kita kepada Alquran. Semakin kuat keimanan, semakin besar pula kecintaan pada Alquran.

Ia menjelaskan, kalau seorang Muslim sudah merasa cinta pada Alquran, ia akan benar-benar memperhatikan Alquran dan tidak bisa lepas darinya. Kecintaan itu bisa ditumbuhkan dengan membiasakan diri dekat dekat dengan Alquran.

“Caranya, tiap hari harus ada yang kita baca dari Alquran, meskipun hanya satu ayat. Kita ajak keluarga yang belum bisa membaca untuk belajar. Kalau bisa, setiap malam berkumpul di rumah membaca Alquran bersama-sama,” tuturnya.

Itu perlu dibiasakan mengingat eensi Alquran yang demikian penting bagi kehidupan seorang Muslim. Ahsin menjelaskan, Alquran adalah nilai-nilai hidup. Menurutnya, dewasa ini manusia berada pada satu masa di mana gelombang modernisasi membawa dampak yang sangat signifikan terhadap orientasi kehidupan.

Inilah zaman berkelindan berbagai pemikiran filsafat dan keagamaan. Kalau kita masuk ke dalam pusaran itu, kita akan terjerumus dalam jebakan materialisme dan kapitalisme. Menurut Ahsin, untuk mengerem semua itu, Muslim harus berpegang teguh pada Alquran.

“Orang boleh mencintai harta, kekayaan, dan kekuasaan. Tapi, jangan meninggalkan nilai-nilai Alquran. Seperti orang yang berselancar, walaupun gelombangnya besar, dia akan selamat kalau bisa mengendalikan dengan baik,” kata pakar Alquran ini.(Kabar Ramadhan)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Amalan-Amalan Saat Iktikaf

10:46 AM Add Comment
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Amalan-Amalan Saat Iktikaf - Sekretaris Bidang Dakwah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Ahmad Yani mengatakan, banyak amalan yang bisa dilakukan saat melaksanakan itikaf.


Menurutnya, itikaf bisa saja diisi dengan melaksanakan shalat-shalat sunah seperti Shalat Tahajud, Shalat Tasbih, Shalat Mutlak dan lain sebagainya.

Itikaf juga bisa diisi dengan muhasabah atau melakukan introspeksi diri. Sehingga, kita bisa merenungi segala sesuatu yang telah kita perbuat selama hidup di dunia ini. Dengan begitu, kita bisa menakar sejauh mana perbuatan baik dan buruk yang telah dilakukan.

“Renungan tentang perjalanan hidup, jadi plus-minusnya apa? Yang baik, ya ditingkatkan yang buruk ditinggalkan. Jadi pas Iedul Fitri bisa meraih kebaikan,” kata dia kepada Republika.

Ahmad melanjutkan, itikaf juga bisa dijadikan awalan untuk melaksanakan taubatan nasuha, sebab setelah melaksanakan muhasabah, kita akan lebih menyadari dosa-dosa yang telah dilakukan. Meski sebenarnya untuk melaksanakan taubat tidak harus menunggu itikaf terlebih dahulu.

Seperti diketahui, itikaf secara bahasa berarti menetap pada sesuatu. Sedangkan secara syari, itikaf berarti menetap di masjid dengan tata cara yang khusus disertai dengan niat.

Seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW, pada sepuluh hari terakhir beliau selalu berada dalam mesjid dengan tujuan mendapatkan malam lailatul qadar dan menjauhkan dari segala kesibukan dunia, sehingga mudah bermunajat dengan Allah SWT. (Kabar Ramadhan)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين